Inovasi Dalam Sarana-prasarana

Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah. Prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah. Perabot adalah sarana pengisi ruang. Peralatan pendidikan adalah sarana yang secara langsung digunakan untuk pembelajaran. Media pendidikan adalah peralatan pendidikan yang digunakan untuk membantu komunikasi dalam pembelajaran.

Bapak Bambang Tirto Widjojo, S.Pd, seorang guru matematika SD Negeri Sedatigede II telah menemukan inovasi baru untuk memberi semangat bagi siswa-siswinya dalam belajar matematika.

Proses pembelajaran matematika tak semudah membalik telapak tangan, seringkali kendala utama yang dialami siswa adalah tidak adanya semangat untuk belajar dan berlatih mengerjakan soal-soal dalam mengaplikasikan rumus matematika, sehingga mereka merasa sangat kesulitan.

Dari fenomena yang terjadi ini, Bapak Bambang Tirto Widjojo, S.Pd membuat menara keberhasilan matematika, untuk memberi semangat dan motivasi bagi siswa-siswinya. Menara Keberhasilan Matematika terbuat dari rangkaian kayu tabung yang dikaitkan dengan simpul-simpul benang menjadi sebuah bentuk menara segitiga. Salah satu komponen dalam menara tersebut, terdapat tangga keberhasilan. Dimana setiap anak tangga terdapat tingkatan soal yang diberikan kepada siswa, dari yang paling mudah sampai pada tingkatan soal yang paling sulit. Untuk mencapai puncak keberhasilan, siswa harus melaluinya dengan tes (syarat kecakapan umum) pada setiap anak tangga tersebut, dengan mengerjakan soal-soal dari masing-masing anak tangga. Inspirasi pembuatan menara keberhasilan matematika ini mengadopsi dari kegiatan pendidikan kepramukaan.

Musim kemarau berkaitan erat dengan kekeringan dan krisis. Jangankan minyak, air saja mengalami krisis. Kondisi tersebut tidak melemahkan kreatifitas guru MI Yaspi Sambungjawa Kecamatan Mamajang Kota Makassar (binaan DBE2-USAID) untuk membuat alat peraga yang murah atau tidak perlu mahal, bernama “Aku Butuh Air”, buah karya Abdul Azis Mappata,salah seorang guru di sekolah itu. Sebagai guru kelas awal yang melakukan pembelajaran tematik di kelas III, beliau memanfaatkan barang atau bahan bekas untuk dijadikan alat peraga, yang bertujuan agar murid-muridnya dapat mengetahui bahwa semua mahluk hidup membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.

Alat dan bahan :
gunting,pulpen/spidol,kardus,kawat,pipet,kaleng bekas (kaleng susu frisian flag) ,benang, bambu kecil, ember cat.
Cara Pembuatan :
  1. Buat motif daun pada kardus (ini dapat diganti dengan  daun yang asli dan mudah didapatkan, seperti daun Mangga).
  2. Tempelken pipet pada bagian bawah daun.
  3. Ikat kawat pada bambu untuk menempelkan daun.
  4. Ikat benang pada ujung tangkai daun kemudian hubungkan ke kaleng.
  5. Tempelkan bambu ke kaleng cat bekas sebagai penyangga pohon.
  6. Isi air di dalam kaleng bekas tadi,maka daun akan terlihat segar atau bergerak seolah sedang mekar.
Kegunaan Alat :
Untuk membuktikan bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang memerlukan air (Tema Lingkungan).
  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Kelompok 1

  • Firmansyah Nugraha

  • Rangga Satriana

  • Kalsita Widya

  • Irim Djuanda

  • Niko A Pratama

  • Iqbal Zakaria

  • Mohon Berikan Penilaian Terhadap Blog in

%d bloggers like this: